📖 Matius 6:4
“…maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Kita hidup di zaman ketika hampir segala sesuatu mudah untuk dibagikan kepada orang lain. Ketika pergi ke suatu tempat, kita bisa langsung mengambil foto dan membagikannya; ketika mendapatkan sesuatu yang baru, kita dapat dengan mudah menceritakannya; bahkan ketika melakukan sesuatu yang baik, tanpa sadar kita bisa merasa senang ketika orang lain mengetahuinya. Tentu tidak selalu karena kita ingin menyombongkan diri. Sering kali kita hanya ingin dihargai, ingin diperhatikan, atau ingin orang lain mengetahui bahwa apa yang kita lakukan memiliki arti.
Masalahnya, kebutuhan untuk dilihat itu ternyata tidak hanya muncul dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat masuk ke dalam kehidupan rohani kita. Kita bisa merasa senang ketika pelayanan kita diperhatikan, tetapi mulai kecewa ketika tidak ada yang mengucapkan terima kasih. Kita bisa dengan tulus menolong seseorang, tetapi kemudian merasa tidak dihargai ketika kebaikan kita dilupakan. Bahkan tanpa kita sadari, sesuatu yang pada awalnya kita lakukan karena mengasihi Tuhan dapat perlahan berubah menjadi sesuatu yang kita lakukan karena ingin mendapatkan pengakuan dari manusia.
Dalam Matius 6, Yesus berbicara tentang memberi sedekah dan mengingatkan murid-murid-Nya supaya mereka tidak melakukan kebaikan hanya agar dilihat orang. Menariknya, Yesus tidak mengatakan bahwa perbuatan baik itu tidak penting. Yang sedang Yesus soroti adalah hati di balik perbuatan tersebut. Sebab seseorang dapat melakukan hal yang benar dengan motivasi yang tidak benar. Manusia mungkin tidak mengetahuinya, tetapi Tuhan melihat apa yang ada di dalam hati kita.
Karena itu Yesus berkata, “Bapamu yang melihat yang tersembunyi.” Kalimat ini sangat penting untuk kita renungkan, terutama di zaman ketika kita begitu terbiasa hidup di hadapan pandangan orang lain. Kita mudah merasa bahwa sesuatu baru berarti ketika diketahui banyak orang, seolah-olah sebuah kebaikan menjadi lebih berharga ketika mendapatkan apresiasi, dan sebuah pencapaian menjadi lebih berarti ketika mendapatkan pengakuan. Padahal di hadapan Tuhan, nilai hidup kita tidak pernah ditentukan oleh seberapa banyak orang yang melihat kita.
Ada banyak hal baik yang kita lakukan yang mungkin tidak pernah diketahui orang lain. Ada orang tua yang setiap hari berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya, meskipun tidak selalu mendapatkan ucapan terima kasih. Ada seseorang yang diam-diam membantu orang lain tanpa pernah menceritakannya kepada siapa pun. Ada orang yang setiap pagi atau malam berdoa untuk keluarganya, untuk anak-anaknya, atau untuk seseorang yang sedang mengalami pergumulan, sementara orang yang didoakan itu sendiri mungkin tidak pernah tahu bahwa namanya selalu disebut di hadapan Tuhan.
Ada juga orang-orang yang tetap setia melayani Tuhan dalam hal-hal yang sederhana, melakukan pekerjaan yang mungkin tidak terlihat dan tidak mendapatkan penghargaan, tetapi mereka terus melakukannya karena mereka tahu bahwa Tuhan melihat kesetiaan mereka. Mungkin manusia tidak memperhatikannya, tetapi tidak ada satu pun dari semua itu yang tersembunyi dari hadapan Tuhan.
Bukankah ini seharusnya menjadi penghiburan bagi kita? Kita tidak perlu terus-menerus membuktikan kepada orang lain bahwa hidup kita berarti, sebab nilai hidup kita tidak ditentukan oleh berapa banyak orang yang memperhatikan kita. Kita juga tidak perlu terlalu kecewa ketika kebaikan kita tidak dibalas atau ketika pelayanan kita tidak mendapatkan penghargaan seperti yang kita harapkan, karena ada Bapa di surga yang melihat apa yang tidak dilihat manusia.
Mungkin hari ini Anda sedang berada dalam sebuah musim kehidupan di mana apa yang Anda lakukan terasa tidak terlihat. Anda sudah berusaha menjadi orang tua yang baik, tetapi anak-anak Anda mungkin belum memahami pengorbanan Anda. Anda sudah berusaha menjaga keluarga, tetapi tidak banyak orang yang mengetahui betapa beratnya tanggung jawab yang sedang Anda pikul. Anda tetap melayani Tuhan, tetap bekerja dengan jujur, tetap menolong orang lain, dan tetap melakukan apa yang benar, meskipun tidak ada seorang pun yang memberikan penghargaan kepada Anda.
Jangan menganggap semua itu sia-sia hanya karena tidak terlihat oleh manusia. Ada mata yang melihat ketika orang lain tidak melihat, ada hati yang mengetahui ketika orang lain tidak memahami, dan ada Tuhan yang tidak pernah melupakan kesetiaan anak-anak-Nya. Apa yang tersembunyi bagi manusia tidak pernah tersembunyi bagi Tuhan.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana kita terlihat di mata manusia, sampai lupa bahwa yang terutama dalam hidup ini bukanlah bagaimana manusia melihat kita, melainkan bagaimana kita hidup di hadapan Tuhan. Ketika kita hidup untuk mendapatkan pengakuan manusia, kita akan mudah kecewa karena manusia tidak selalu melihat, tidak selalu mengingat, dan tidak selalu menghargai. Tetapi ketika kita hidup di hadapan Tuhan, kita dapat belajar melakukan yang benar sekalipun tidak ada yang melihat, karena kita tahu bahwa hidup kita selalu berada di hadapan-Nya.
Itulah sebabnya ada sesuatu yang sangat indah dalam melakukan kebaikan secara tersembunyi. Kita menolong bukan karena ingin disebut baik, tetapi karena kita tahu Tuhan memanggil kita untuk mengasihi. Kita melayani bukan karena ingin dikenal, tetapi karena kita mengasihi Tuhan dan umat-Nya. Kita memberi bukan karena ingin dipuji, tetapi karena kita menyadari bahwa semua yang kita miliki pada akhirnya berasal dari Tuhan.
Dan mungkin justru di sanalah Tuhan sedang membentuk hati kita. Sebab ada perbedaan antara melakukan sesuatu supaya dilihat manusia dan melakukan sesuatu karena kita tahu bahwa Tuhan melihat kita. Ketika kita hidup untuk dilihat manusia, kita akan terus membutuhkan pengakuan. Tetapi ketika kita hidup di hadapan Tuhan, kita dapat belajar merasa cukup dengan mengetahui bahwa Bapa melihat kesetiaan yang mungkin tidak pernah dilihat siapa pun.
Jadi, jika hari ini ada sesuatu yang baik yang sedang Anda kerjakan tetapi tidak seorang pun mengetahuinya, jangan berhenti hanya karena tidak ada yang memberikan penghargaan. Jika Anda sedang setia dalam perkara kecil, teruslah setia. Jika Anda sedang berdoa bagi seseorang dalam kesunyian, teruslah berdoa. Jika Anda sedang berbuat baik tanpa pernah disebut, teruslah melakukannya. Sebab mungkin tidak ada seorang pun yang melihat, tetapi Bapa yang di surga melihat semuanya.
Pada akhirnya, kita tidak perlu membuat seluruh dunia mengetahui apa yang kita lakukan supaya hidup kita menjadi berarti. Ada banyak hal yang tidak perlu dipertontonkan, karena nilainya tidak pernah bergantung pada siapa yang melihatnya. Cukuplah kita tahu bahwa Tuhan melihat, Tuhan mengetahui, dan Tuhan tidak pernah mengabaikan kesetiaan yang dilakukan dengan hati yang tulus di hadapan-Nya.
QUOTES
Tidak semua yang berharga harus terlihat oleh manusia, karena ada kehidupan yang hanya diketahui oleh Tuhan, tetapi justru sangat berharga di hadapan-Nya. Amin.
