WARISAN ROHANI

📖 Amsal 13:22A
“Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya..”

Berbicara tentang warisan, biasanya yang terlintas dalam pikiran kita adalah rumah, tanah, tabungan, pendidikan atau harta benda. Dan sebagai orang tua, tentunya ingin memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Orang tua bekerja keras supaya anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik, pekerjaan yang baik, dan masa depan yang terjamin. Semua ini tentu penting, namun ada satu hal yang terpenting yaitu mewariskan warisan rohani kepada anak cucu kita. Uang dan harta akan habis oleh waktu dan proses hidup, tetapi iman dan sikap yang takut akan Tuhan menjadi modal serta jaminan untuk meraih masa depan yang gemilang di dunia dan di kekekalan.

Paulus mengatakan kepada Timotius, dalam 2 Timotius 1:5 “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” Ini merupakan gambaran yang indah tentang warisan rohani lintas generasi. Lois adalah seorang nenek yang memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Ia memberikan pengaruh yang besar dalam mewariskan iman kepada anaknya Eunike dan cucunya Timotius. Walaupun Lois sudah lanjut usianya, tetapi ia dapat memberikan teladan melalui kehidupannya dalam mempraktekkan imannya. Begitu pula dengan Eunike, sebagaimana ibunya telah mengajarkan dia untuk mengenal kitab suci, ia juga memperkenalkan firman Tuhan kepada anaknya Timotius.

Seorang ayah dan ibu bukan hanya bertanggung jawab membesarkan anak secara jasmani, tetapi juga bertanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai rohani kepada anak-anaknya dengan mengajarkan firman Tuhan, membiasakan anak untuk berdoa, memberikan teladan dalam perkataan dan perbuatan, serta mengajarkan anak untuk mengandalkan Tuhan dalam menghadapi kesulitan. Apabila orang tua mempraktekkan nilai-nilai rohani ini dengan konsisten kepada anak-anak, maka tanpa diperintahkan lagi mereka akan mengikuti teladan orang tuanya.

QUOTE:
“Anak-anak tidak selalu mengingat semua perkataan orang tuanya, tetapi mereka dapat melihat bagaimana orang tuanya mempraktekkan dan menjalani iman setiap hari.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *