ADULLAM “JUSTICE OF THE PEOPLE”

📖 1 Samuel 22:1a
Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam…

Sepasang Hamba Tuhan memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan pindah ke Pulau Dewata (Bali). Tertekan keadaan, ditinggalkan orang-orang, tidak punya lagi ladang pelayanan, itulah alasan mereka meninggalkan. Mereka berharap di tempat yang baru mereka mengalami ketenangan dan jauh dari tekanan orang-orang. Waktu berjalan, keadaan justru berbeda dengan yang mereka harapkan. Orang-orang baru mulai berdatangan, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang bermasalah. Di tengah tekanan justru Hamba Tuhan ini dipakai Tuhan untuk menolong mereka. Satu per satu orang-orang ditolong dan dipulihkan. Singkat cerita dari kisah tersebut terbentuklah Adulam Ministry yang dipakai Tuhan sampai hari ini.

Kira-kira inilah peristiwa yang dialami oleh Daud, ketika ia dikejar-kejar Saul untuk dibunuh, Daud melarikan diri ke gua Adulam. Ia berharap bisa bersembunyi dan terlindungi selama ada di tempat tersebut. Disana ia mengalami kesendirian (Mzm.142:2), ia mengalami ketakutan (Mzm.142:3), bahkan ia berteriak meminta pertolongan (Mzm.142:7). Tidak mudah situasi yang dialami oleh Daud ini, namun ia tetap mengakui bahwa Tuhan tidak meninggalkan-nya. Ia adalah sumber pertolongan di tengah kesesakan.

Di tempat itu masalah Daud tidak otomatis selesai, justru ia diizinkan Tuhan kedatangan orang-orang yang sangat banyak, jumlahnya sekitar 400 orang. Banyak diantara mereka yakni orang-orang yang sedang dalam kesukaran, orang-orang yang sedang dikejar oleh tukang piutang, banyak juga orang-orang yang sedang sakit hati, dan orang-orang yang bermasalah lainnya (1 Sam. 22:2). Niatnya ia lari jauh dari orang-orang, malah ia dipertemukan dengan banyak orang.

Entah apa yang terjadi, Alkitab mencatat Daud kemudian menjadi pemimpin bagi orang-orang bermasalah tersebut. Pelajaran apa yang bisa ambil dari kisah ini:

  1. Tekanan ada untuk dihadapi.
    Bagi Daud, Saul adalah tekanan dalam hidupnya. Daud tidak berbuat salah apapun, namun ia terus dikejar untuk dibunuh. Hal wajar jika ia melarikan diri dari ancaman tersebut. Daud menghadapi tekanan sekalipun ia harus lari ke berbagai tempat. Tekanan apa yang sedang kita alami? Hadapi dengan pertolongan Tuhan.
  2. Di tengah kesendirian Tuhan hadir.
    Dalam tekanan Daud memilih untuk berseru kepada Tuhan. Di tengah kesendirian Tuhan hadir memberikan kekuatan kepadanya. Ada momen kita pun mungkin sedang mengalami kesendirian saat ini, namun saat kita berseru kepada-Nya, ia pasti hadir dan memberikan kepada kita kekuatan.
  3. Tekanan bukan penghalang untuk menjadi berkat.
    Daud tidak meninggalkan orang-orang yang bermasalah tersebut, ia tetap melayani dan memberi diri bagi mereka. Empat ratus orang dilayani di saat Daud pun memiliki masalah. Hal yang sama mendorong kita untuk tetap menjadi berkat bagi orang-orang yang butuh pertolongan di saat kita pun sedang membutuhkan pertolongan.

Injil adalah teladan Kristus yang walaupun dalam penderitaan, Ia tetap mengasihi manusia yang berdosa, tetap mengampuni walau mereka mencaci dan menolak-Nya, bahkan Ia mati sebagai bukti kasih-Nya. Tuhan Yesus adalah Adulam sejati yang melindungi dan menyelamatkan kita semua, amin🙏🏻

QUOTES:
Besar kemungkinan masalah yang sedang anda hadapi hari ini adalah bekal untuk menolong hidup orang lain kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *