📖 I Korintus 15:33 (TB)
“Janganlah kamu tertipu: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”
Dulu, ketika HP belum muncul dan belum banyak digunakan orang, ayat di atas bisa dimaknai sebagai ayat pegangan bagi setiap orang percaya untuk selalu memperhatikan dengan siapa kita bergaul? Karena jika kita memilih bergaul dengan orang-orang yang berperangai buruk, maka kitapun akan memiliki kebiasaan berperilaku buruk seperti mereka (Amsal 22:24-25). Jika tidak segera meninggalkan pergaulan yang seperti itu, maka kita bisa ‘terhilang,’ seperti contoh dalam perumpamaan anak bungsu yang pergi meninggalkan bapanya yang sempat terjerat dalam pergaulan dengan pelacur-pelacur dalam Lukas 15:30. Kalau bukan karena kasih setia Tuhan, ia akan ‘terhilang’ untuk selamanya.
Saat HP muncul dan berkembang begitu pesat serta didukung oleh teknologi yang semakin canggih, pengaruh yang bisa merusakkan kebiasaan baik kita itu bukan hanya oleh pengaruh orang-orang yang salah kita pilih, melainkan juga oleh ‘teman’ atau ‘sahabat’ yang salah kita pilih di dalam HP kita. Beribu-ribu konten menarik dan membuat ‘lapar’ mata dan terasa ‘hidup’ bisa membuat banyak orang merasa senang untuk ‘menghidupkan’ HP sebagai ‘teman’ bahkan ‘sahabat.’ Membuat orang tersebut betah, bahkan ketagihan/kecanduan untuk berinteraksi dengannya, seperti membangun sebuah dunia pergaulan meski secara maya. Jika ‘pergaulan’ maya yang kita pilih itu menyangkut hal-hal yang positif, tentu saja itu akan memberi keuntungan. Tetapi bila ‘pergaulan’ maya yang kita pilih itu banyak menyangkut hal-hal yang negatif, maka tentu saja itu akan membuat kerugian, baik secara moril maupun materil, bahkan keselamatan jiwa kita.
Banyak survei membuktikan bahwa pengaruh negatif HP sanggup membuat seseorang–tidak besar-tidak kecil, berubah perilaku dan karakternya ke arah yang buruk dan merugikan. Entah itu membuat orang jadi kasar, pembully dan sebagainya, karena terlalu banyak melihat konten-konten kekerasan. Kecanduan main game online sampai pagi dan pornografi membuat banyak pelajar terganggu kesehatannya, moralnya, maupun prestasinya anjlok. Begitu juga dengan orang-orang yang penasaran dengan judi-judi online membuatnya lebih rela untuk membuang waktu di HP dari pada mengerjakan pekerjaannya. Terus berinteraksi dengan ajaran-ajaran sesat yang entah disadari maupun tidak disadari seseorang, membuat ia tidak lagi mau beribadah ke gereja dan menghilang dari komunitas gerejanya dan sebagainya. Pada hal persahabatan dengan dunia yang negatif itu hanya merupakan tipuan agar kita menjadi musuh Allah dan pada akhirnya akan membawa kebinasaan (Yakobus 4:4).
Oleh sebab itu, pilihlah lingkup pergaulan di dalam kebenaran Kristus dengan teman-teman yang mau hidup benar, dan selalulah memilih konten-konten yang baik dan benar dalam HP kita, karena kebenaran akan membawa kita pada suatu kehidupan yang lebih sehat, lebih bermakna dan menjadi berkat, bahkan pada akhirnya akan membawa kita pada kehidupan yang kekal, karena kita memilih untuk mengenal Tuhan yang menyelamatkan.
I Korintus 15:33 menasehatkan agar kita jangan tertipu dan selalu memperhatikan dengan siapa kita bergaul di dunia nyata ini dan bergaul di dunia maya tentunya. Ingatlah selalu, bukan hanya orang yang bisa menyesatkan dan membuat kita terhilang, tetapi ‘pergaulan’ dalam dunia maya pun bisa menyesatkan dan membuat kita terhilang, bahkan bisa mengakibatkan kita kehilangan keselamatan jiwa. Tuhan tidak melarang kita bergaul dengan siapapun dan memiliki HP. Tetapi segeralah berpaling jika pergaulan itu membuat kita melanggar kebenaran dan kita sadari bahwa itu merusak kebiasan baik kita. Begitupun dengan HP, segera berpalinglah jika mulai membuat kita tertarik pada hal-hal yang negatif dan menyesatkan yang muncul di layar. Soli Deo Gloria 🙏🏻
QUOTES:
Akan menjadi penyesalan yang sangat besar bila kita mengabaikan anugerah keselamatan karena membiarkan diri kita tertipu oleh penyesatan dunia nyata maupun dunia maya.
