DOA BUKAN SEKEDAR OBAT DARURAT

📖 I Tesalonika 5:17
“Tetaplah berdoa.”

Menemukan sebuah quotes yang awal kalimatnya berbunyi: “Doa Adalah Nafas Hidup, Bukan Sekedar Obat Darurat,” yang entah siapa penulisnya, membuat penulis tertarik untuk ikut sedikit merespon mengenai quotes menarik ini. Lanjutan dari quotes tersebut berbunyi sebagai berikut: “..Jangan jadikan doa seperti obat, yang hanya dibutuhkan saat sakit, tetapi jadikan doa seperti oksigen, yang kita tidak bisa hidup tanpanya.”

Tulisan dari quotes tersebut sebetulnya selaras dengan kerinduan Tuhan terhadap jemaat di Tesalonika melalui surat Rasul Paulus. Tuhan ingin agar jemaat di Tesalonika tetap tekun dalam berdoa (I Tesalonika 5:17), karena itulah yang akan menjadi pusat ketabahan mereka dalam mempertahankan iman di tengah penganiayaan yang berat. Ketika mereka tidak tetap berdoa, maka mereka tidak akan lagi memiliki kekuatan untuk terus mengiring Yesus sampai akhir kehidupan mereka.

Sebetulnya, Tuhan juga ingin kita memilih menjadikan doa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita, agar kita bisa menjadi jemaat yang kuat- teguh berdiri dalam iman kita kepada-Nya. Tetapi dalam kenyataannya, banyak anak Tuhan menggunakan doa itu: mencari Tuhan hanya untuk kita bisa kenyang; kita bisa punya sesuatu yang kita idam-idamkan; kita bisa terlepas dari berbagai masalah; kita disembuhkan dari sakit penyakit dan berbagai harapan lainnya. Kita menjadikan doa hanya sebagai obat darurat saja–berdoa jika ada perlunya saja. Dan itupun hanya untuk ‘menyehatkan’ dan memuaskan kehidupan jasmani kita saja. Padahal semua itu sifatnya hanya sementara saja, tidak akan memberikan kita kepuasan yang sesungguhnya dan tidak akan memberikan kita kekuatan untuk menjalani kehidupan ini. 

Hidup yang sehat dan yang akan memuaskan kita itu tidak hanya berbicara tentang kita puas dengan rasa kenyang; punya segala sesuatunya; harus selalu sehat badani maupun doa yang selalu Tuhan jawab saja, tetapi juga berbicara mengenai rohani yang harus selalu hidup, yang akan membentuk iman kita. Karena hanya dengan imanlah kita akan bisa mengalahkan dunia (1 Yohanes 5:4): kita bisa tetap bersyukur dalam kondisi apapun, kita bisa menerima apapun jawaban doa yang Tuhan berikan, sehingga hidup kita tetap penuh dengan damai sejahtera. Jika kita menjadikan doa sebagai suatu kebutuhan hidup, maka rohani kitapun akan terus hidup. Tetapi sebaliknya, jika kita tidak tetap berdoa, bahkan berhenti berdoa, itu akan berakibat pada kekeringan jiwa; semakin berkuasanya dosa dan bisa berakhir pada kebinasaan, seperti hidup manusia tanpa oksigen. Punya segala sesuatu dan terpuaskan segalanya, akan sia-sia saja jika tanpa oksigen. Oleh sebab itu, jangan sampai salah memperlakukan doa, karena doa tidak bisa di posisikan sebagai obat darurat. Itu bukan kehendak Tuhan dan bukan untuk kita coba dan hidupi. Soli Deo Gloria🌷

Quotes:
“Menjadi seorang Kristen tanpa berdoa, sama mustahilnya dengan hidup tanpa bernafas.”
(Marthin Luther King Jr.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *