MENGATASI ‘OVERTHINKING’

📖 Filipi 4:8 (BIMK)
Akhirnya, Saudara-saudara, isilah pikiranmu dengan hal-hal bernilai, yang patut dipuji, yaitu hal-hal yang benar, yang terhormat, yang adil, murni, manis dan baik.

Hari-hari ini begitu banyak berita terkait kondisi bangsa dan negara kita yang mungkin membuat kita merasa sedih dan hopeless, mulai dari kondisi ekonomi yang sulit, masifnya korupsi dari pejabat pemerintahan, kriminalitas, ketidakpastian hukum dan sebagainya. Hal ini tidak dapat dipungkiri mengakibatkan kecemasan dan mempengaruhi kesehatan mental kita karena berita-berita negatif tersebut terus membombardir pikiran kita. Istilah overthinking mengacu pada kondisi pikiran negatif yang mengikat seseorang dalam siklus yang berulang. Orang yang overthinking umumnya memikirkan masalah sepele atau skenario terburuk yang belum tentu terjadi, dan biasanya tidak memberi solusi apapun dalam hidupnya.

Apa yang kita pikirkan dan lihat sangat menentukan perasaan dan tindakan kita. Jika kita memikirkan hal yang buruk, maka kita akan menjadi kuatir, takut dan berprasangka negatif. Sebaliknya jika kita memikirkan hal yang baik, maka hal itu akan mengarahkan perasaan dan tindakan kita menjadi positif dan menghasilkan optimisme. Meskipun banyak hal di sekitar kita yang dapat mempengaruhi keadaan kita, tetapi tidak ada yang bisa menentukan pikiran kita selain diri kita sendiri. Karena itu kita perlu menjaga agar pikiran kita tetap positif dan optimis.

Rasul Paulus dalam Filipi 4:6-8 mengingatkan kita agar tidak menjadi kuatir tapi hendaklah kita menyatakan apa yang menjadi isi hati kita kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, sehingga – meskipun kita belum melihat kondisi yang baik – damai sejahtera dari Allah akan mengalir dan memenuhi hati kita. Selanjutnya kita juga diingatkan untuk menjaga pikiran kita dan mengisinya dengan hal-hal yang benar, terhormat, adil, suci, manis didengar, hal-hal yang baik dan akan dikagumi orang lain. Dengan memikirkan hal-hal diatas, kita bukan hanya mengalami damai sejahtera dan ketenangan; tetapi juga kita akan didorong untuk mengimpartasikan sikap hidup yang positif kepada orang-orang di sekitar kita.

Daripada jiwa kita menjadi stres dan depresi karena ‘overthinking’ memikirkan kondisi yang ada di sekitar kita, Marilah kita membangun sikap hidup yang bersyukur dan berserah kepada Tuhan karena kesehatan jiwa kita sangat ditentukan oleh hubungan kita dengan Tuhan. Mulailah menjaga relasi yang intim dengan Tuhan dalam doa dan isilah pikiran kita dengan kebenaran Firman. Amin.

Pikiran yang dikendalikan masalah akan mendatangkan kecemasan dan stres,
Pikiran yang dikuasai oleh Firman akan mendatangkan damai sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *