Ada banyak hal dalam hidup yang tidak dapat kita lihat, tetapi nyata adanya. Kita tidak bisa melihat angin, tetapi kita bisa merasakan hembusannya. Kita tidak bisa melihat oksigen, tetapi tanpa itu kita tidak dapat hidup. Kita tidak bisa melihat kasih dengan mata, tetapi kita tahu ketika seseorang sungguh mengasihi kita. Demikian juga dengan pekerjaan Tuhan. Sering kali manusia ingin melihat dulu baru percaya. Kita ingin bukti yang langsung terlihat. Kita ingin jawaban doa yang cepat. Kita ingin mujizat yang nyata di depan mata. Ketika semua itu tidak terjadi, hati mulai bertanya, “Apakah Tuhan benar-benar bekerja?” Padahal yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada.
Dalam Alkitab, ada banyak momen ketika Tuhan bekerja secara tersembunyi. Kisah Ester adalah salah satu contohnya. Menariknya, nama Tuhan bahkan tidak satu kalipun disebutkan secara eksplisit dalam kitab Ester. Namun di balik seluruh peristiwa yang terjadi — pergantian posisi, keputusan raja, malam tanpa tidur, sampai pembalikan keadaan — tangan Tuhan sebenarnya sedang bekerja.
Tuhan hadir, meski tidak selalu terlihat secara kasat mata.
Kadang kita berpikir Tuhan hanya bekerja melalui mujizat besar. Padahal sering kali Dia bekerja lewat hal-hal sederhana: melalui percakapan kecil, pertolongan seseorang, kekuatan untuk bertahan satu hari lagi, atau damai sejahtera yang muncul di tengah kekacauan hidup. Ada masa di mana seseorang merasa doanya seperti tidak dijawab; Langit terasa sunyi; Hidup berjalan berat. Tetapi justru pada masa-masa itulah iman diuji. Apakah kita tetap percaya ketika belum melihat? 2 Korintus 5:7 berkata, “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Iman Kristen tidak dibangun di atas apa yang selalu bisa dilihat mata. Iman dibangun di atas karakter Allah yang setia. Kita percaya bukan karena semua keadaan selalu baik, tetapi karena Tuhan tetap baik. Sering kali, setelah melewati sebuah musim kehidupan, barulah kita menyadari bahwa Tuhan ternyata sudah bekerja sejak awal. Ada doa yang tidak langsung dijawab karena Tuhan sedang membentuk waktu yang tepat. Ada pintu yang tertutup karena Tuhan sedang melindungi kita dari sesuatu yang tidak kita mengerti.
Masalahnya, manusia sering menilai kehadiran Tuhan hanya dari apa yang terlihat secara langsung. Jika hidup lancar, kita merasa Tuhan dekat. Jika hidup sulit, kita mulai merasa Tuhan jauh. Padahal salib Kristus membuktikan bahwa kasih Tuhan tidak pernah berubah oleh keadaan. Ketika Yesus mati di kayu salib, banyak orang mengira semuanya selesai. Murid-murid ketakutan. Harapan tampak hilang. Namun justru di balik momen yang terlihat seperti kekalahan itu, Allah sedang mengerjakan keselamatan terbesar bagi manusia.
Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika manusia tidak menyadarinya.
Karena itu, jika hari ini Saudara merasa Tuhan diam, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Dia tidak hadir. Jika jalan hidup terasa gelap, jangan langsung berpikir Tuhan meninggalkan Saudara. Tak terlihat, bukan berarti tak ada. Mungkin tangan Tuhan sedang bekerja dengan cara yang belum bisa Saudara pahami sekarang. Tetapi percayalah, Dia tidak pernah tertidur, tidak pernah lalai, dan tidak pernah kehilangan kendali atas hidup anak-anak-Nya. Amin.
