KEDAMAIAN DI DALAM KETAATAN

📖 Ulangan 8:20 (FAYH)
“Sama seperti TUHAN telah membinasakan bangsa-bangsa lain pada masa lalu, demikian juga Ia akan membinasakan kamu, kalau kamu tidak mau taat kepada TUHAN Allahmu.”

Ayat ini mungkin membuat kita merasa tidak nyaman. Namun, justru di dalam ketidaknyamanan itu Tuhan sedang mengajak kita bercermin. Sudahkah kita sungguh-sungguh hidup dalam ketaatan kepada-Nya, atau selama ini kita hanya merasa aman karena menganggap diri sebagai orang percaya? Bangsa Israel pernah memiliki keistimewaan sebagai umat pilihan, tetapi mereka tetap tidak luput dari konsekuensi ketika memilih meninggalkan Tuhan. Keistimewaan tidak pernah dapat menggantikan ketaatan.

Sering kali Tuhan berbicara dengan lembut sebelum Ia bertindak dengan tegas. Ia menegur melalui firman yang kita baca, khotbah yang kita dengarkan, nasihat dari orang-orang yang mengasihi kita, bahkan melalui pergumulan yang membuka mata kita. Pertanyaannya bukan apakah Tuhan sudah berbicara, melainkan apakah hati kita masih mau mendengar? Jangan-jangan yang berubah bukan suara Tuhan, tetapi kepekaan hati kita.

Saat kita mulai menoleransi dosa-dosa kecil, mengabaikan bisikan Roh Kudus, atau menunda pertobatan dengan alasan “nanti saja”, sebenarnya kita sedang melangkah menjauh sedikit demi sedikit dari kehendak Tuhan. Hati yang keras tidak terbentuk dalam semalam, tetapi melalui banyak kesempatan untuk taat yang terus diabaikan.

Bersyukurlah jika hari ini Tuhan masih menegur kita. Teguran-Nya adalah anugerah, karena itu berarti Ia belum menyerahkan kita kepada jalan yang salah. Didikan-Nya bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk memulihkan. Di hadapan salib Kristus selalu tersedia pengampunan bagi hati yang mau merendahkan diri dan kembali kepada-Nya.

Marilah berhenti sejenak dan memeriksa hati kita. Apakah ada area kehidupan yang belum sungguh-sungguh diserahkan kepada Tuhan? Jangan menunggu sampai disiplin-Nya berbicara lebih keras daripada kasih-Nya yang selama ini memanggil kita. Sebab di dalam ketaatan terdapat damai yang sejati, dan di dalam penyerahan penuh kepada Tuhan kita menemukan keamanan yang tidak dapat digoncangkan oleh keadaan apa pun.

Quotes:
Didikan Tuhan adalah bukti kasih-Nya, tetapi ketaatan kita adalah bukti bahwa kita menghargai kasih tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *