Yeremia 35:14b
“…..Aku sendiri telah berbicara kepada kamu, terus-menerus, tetapi kamu tidak mendengarkan Aku.”
Bacaan: Yeremia 35:1-19
Pernahkah Anda berjumpa dengan seseorang yang memiliki sifat-sifat Kristiani sehingga anda menduga ia orang Kristiani, tetapi ternyata ia belum mengenal Sang Juruselamat? Hal itu biasa terjadi. Kadang kala orang yang tidak mengenal Yesus justru dapat memegang standar moral mereka sendiri dengan lebih konsisten daripada orang kristiani yang memegang standar Allah.
KAUM ORANG REKHAB adalah suku pengembara yang berkerabat dengan suku Keni dan Yitro, mertua Musa. Leluhur mereka, Yonadab, telah memerintahkan anak-anaknya lebih dari dua ratus tahun sebelumnya agar jangan minum anggur jenis apa pun, jangan menetap dalam rumah yang permanen, dan jangan bercocok tanam. Sebagai gantinya, mereka harus hidup mengembara dan memelihara ternak. Allah menyuruh Yeremia menguji suku Rekhab ini untuk menekankan kesetiaan mereka kepada leluhur mereka sebagai perbandingan dengan ketidaksetiaan orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem kepada Allahnya. Semua ini terjadi di hadapan bangsa itu di rumah Tuhan.
Sebagai contoh, nenek moyang mereka telah mengajarkan supaya mereka tidak minum anggur. Oleh karenanya saat Yeremia menawari mereka anggur, mereka menolaknya. Itulah sebabnya Yeremia ingin menunjukkan kepada orang-orang Yehuda tentang seperti apakah ketaatan itu. Allah ingin orang Yahudi memiliki ketaatan terhadapTuhan sama seperti orang Rekhab yang taat kepada para pemimpin mereka.
Yeremia memakai mereka sebagai contoh tentang ketaatan. Walaupun mereka bukan umat pilihan Allah, tetapi Allah memuji ketaatan mereka. Kesetiaan suku Rekhab kepada leluhur mereka akan mendapatkan pahala; mereka akan senantiasa memiliki keturunan yang akan melayani Tuhan. Semua orang percaya yang mempunyai pendirian yang saleh dan tinggal setia kepada pendirian itu karena menghormati Allah, gereja, dan orang-tua akan menerima berkat dan pahala dari Allah.
Saat ini pun kita banyak melihat orang-orang yang tidak percaya menganut ajaran moral mereka dengan sungguh-sungguh, sementara orang kristiani sendiri malah tidak taat pada perintah Tuhan. Allah membenci ketidaktaatan kita. Jangan sampai saat melihat kita, orang berkata bahwa “orang Rekhab” zaman ini lebih taat daripada kita, orang Kristiani.
QUOTES:
KETAATAN ADALAH IMAN YANG DIWUJUDKAN DALAM TINDAKAN.
