“WASPADA”

“Hikmat lebih baik daripada alat-alat perang,
tetapi satu orang yang keliru dapat merusak banyak hal yang baik.”
Pengkhotbah 9 : 18

Perbuatan salah, kalau dilihat dari tingkatan dampaknya, memang bisa bertingkat atau bermacam-macam. Hati-hati dengan kesalahan yang nampak sepele, sebab dapat berdampak fatal dalam situasi tertentu. Satu contoh, pernah terjadi tragedi ketika penumpang kereta api salah menyangka pintu gerbong dikira sebagai pintu toilet, sehingga dia terjatuh keluar dan meninggal dunia. Ada lagi peristiwa orang membuang puntung rokok sembarangan pada waktu lewat di pinggir hutan, sehingga mengakibatkan kebakaran hutan. Yah, satu kesalahan yang nampaknya sepele, tapi ternyata dapat berakibat fatal, bukan?  Demikianlah, suatu kesalahan, dapat merusakkan banyak hal yang baik.  

Namun, jika kita merenungkan nasihat tersebut, sebetulnya nasehat dari “Pengkhotbah” ini dapat menjadi pengingat yang baik, agar kita dapat lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Terutama terhadap hal-hal yang berpotensi merusak, merugikan atau membahayakan orang lain. Bagi kita yang mungkin sedang menjalankan pekerjaan yang beresiko tinggi, sedapat mungkin jangan sampai melakukan kesalahan, supaya hal yang berdampak fatal jangan sampai terjadi.

Akhirnya, memang dalam menjalani kehidupan ini, tak ada manusia yang sempurna, tetapi kita dapat mengarahkan diri untuk melakukan segala sesuatu dengan sebaik mungkin, yang disertai dengan kehati-hatian. Jangan sampai pengabaian akan peringatan “Pengkhotbah,“ dapat menjadi penyebab kerusakan terhadap hal-hal yang baik, hanya karena suatu kesalahan yang nampak kecil tetapi kita abaikan karena kita tidak menyadari resikonya. Mari kita waspada di dalam menjalani hari-hari ke depan. Tuhan Yesus memberkati.. Amien.

Mengikuti nasehat hikmat, akan menghindarkan kesalahan yang dapat merusak banyak hal yang baik.

One thought on ““WASPADA”

Leave a Reply to Rachmad Prihantoyo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *