CATUR KEHIDUPAN

Permainan catur adalah sebuah kegiatan yang menghasilkan manfaat besar bagi pemainnya. Diantaranya meningkatkan kemampuan berpikir kritis; melatih kemampuan problem solving; melatih konsentrasi serta fokus dan strategi memecahkan masalah. Di kehidupan setiap orang yang juga tidak luput dari permasalahan yang terus menerus harus dihadapi, dipecahkan dan diselesaikan, analisis yang cukup dalam dengan bersandar pada “Hikmat Tuhan dan bukan hikmat seorang manusia,” sangat diperlukan. Mengapa? Karena kemampuan seorang manusia itu sangat terbatas dan kadang kala manusia tidak dapat menyelesaikan sebuah pergumulannya berdasarkan kemampuan dan kehebatan dirinya sendiri. Manusia itu kecil di hadapan Tuhan dan manusia punya banyak kelemahan akibat kejatuhannya dalam dosa. Sebagai contoh: Saat manusia mengalami masalah dan tekanan yang timbul akibat berelasi dan berinteraksi dengan banyak orang, baik dalam keluarga; dalam pekerjaan atau pelayanan; bahkan berelasi dengan dirinya sendiri, atau masalah-masalah dan tekanan yang ditimbulkan oleh berbagai hal lainnya, sebagai manusia, kita lebih sering melihat besarnya masalah yang sedang dialami, dari pada melihat dan mempercayai Kristus sebagai pemecah masalah. Manusia hanya  melihat apa yang di depan mata dan mengandalkan kekuatannya sendiri, akibatnya ia semakin tidak berpengharapan dan mungkin ada titik dimana manusia menjadi lelah dan tidak lagi mempercayai Kristus. Wajar kalau ia mengalami kehancuran spiritual, mengalami kejatuhan, bahkan meninggalkan Tuhan. Semakin kita melihat gunung persoalan, semakin besarlah gunung persoalan yang kita hadapi. 

Salah satu cara dalam menghadapi masalah yang penulis akan sampaikan melalui artikel ini adalah “Marilah kita bermain catur kehidupan dengan baik.” Dalam permainan catur kehidupan ini, kita dapat menyusun strategi menghadapi lawan (masalah) yang siap mengalahkan kita. Perlu diam, berpikir dan bertindak secara tepat dalam menghadapi setiap permasalahan tersebut. Dalam permainan catur ada Pion, Kuda, Benteng, Perdana Mentri dan Raja/King yang dapat di atur melalui permainan strategi, sehingga kita dapat memenangkan pertandingan catur tersebut. Di artikel kali ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk mempelajari permainan catur tersebut, untuk memecahkan setiap persoalan yang sedang dihadapi. Saat pion yang kita miliki tidak dapat bergerak lagi, kita harus menggunakan pion lain yang lebih ‘kuat’ untuk menghalangi musuh yang akan mengalahkan. Pemain catur akan mencoba memposisikan pion menuju kepada situasi aman. Misalnya kita akan mencoba memasang Perdana Menteri atau Raja untuk menekan pion lawan, sehingga permainan lawan bisa kita kalahkan. Artinya, saat kita menghadapi masalah jangan lihat besarnya masalah, tapi tempatkan Tuhan Yesus di antara kita dan masalah/pergumulan yang kita hadapi. Sampai pada sebuah situasi: Hidup kita – Tuhan Yesus – Masalah kita. Jadi kita tidak melihat pergumulan tapi melihat Yesus Kristus yang di depan kita. Dia akan bertindak menolong hidup kita dan permasalahan yang kita hadapi akan beres di hadapan Tuhan.

Mazmur 46:1: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai  penolong dalam kesesakan sangat terbukti,” dari ayat ini jelas sekali bahwa yang menyelesaikan setiap pergumulan kita adalah Tuhan Yesus, karena Ia akan memberikan perlindungan dan kekuatan serta menolong dalam kesesakan. Dalam 2 Tawarih 20 : 17 (TB2) dikatakan bahwa Tuhan berperang untuk kamu, dan kamu tidak usah berperang dalam  pertempuran ini. Ulangan 33 : 29 (TB2) mengatakan bahwa Ia akan menyerahkan musuh-musuhmu kepadamu dan engkau akan menginjak-injak bukit mereka. Dari kedua ayat ini semakin membuktikan bahwa setiap masalah yang kita hadapi dapat kita selesaikan secara tuntas saat menempatkan Tuhan Yesus sebagai King atau Perdana Menteri dalam permainan catur kehidupan kita, sehingga lawan akan menjauh dalam kehidupan kita.

Yang harus kita coba renungkan adalah : 

Pertama, jika saat ini kita menghadapi Goliat-Goliat di setiap kehidupan kita, apa yang menjadi sikap kita? Apakah kita mengambil sikap minder; tidak percaya diri; merasa diri gagal; merasa diri kita tidak punya kemampuan menyelesaikan setiap permasalah tersebut? Kalau ini kondisi kita sekarang, marilah kita memberikan ruang dimana Tuhan Yesus ada di antar diri kita dan pergumulan yang kita hadapi. Biarkan Tuhan Yesus yang bertindak atas seluruh kehidupan kita. Jangan kita bergeser semakin mendekati permasalahan hidup kita.  

Kedua, mungkin kita sudah melibatkan Tuhan di pergumulan hidup kita, tetapi kita masih menggunakan tolok ukur keberhasilan dengan memaksakan Tuhan menolong setiap pergumulan kita. Kita mengatur Tuhan dan mendikte Dia dalam menyelesaikan pergumulan hidup kita, maka kita akan mengalami rasa lelah dan cape dalam menjalani kehidupan kita.  

Langkah yang Ketiga adalah langkah yang paling benar dihadapan Tuhan, yaitu kita menempatkan Tuhan Yesus di depan dan pergumulan di belakang-Nya. Dan bukan lagi ukuran kita dalam menyelesaikan pergumulan, tetapi Tuhan Yesus yang menentukan segala jalan keluar dan itu pasti yang terbaik untuk kita. Inilah permainan catur dalam kehidupan kita. Kita akan menjadi pemenang-pemenang iman dan akhirnya hidup kita menjadi kesaksian yang indah karena kita menghadirkan Tuhan Yesus disetiap sisi kehidupan kita.

Akhir kata dari penulis, tulisan ini mungkin menggugah hati pembaca, tetapi tulisan ini tidak akan mengubahkan kehidupan pembaca kalau hanya membaca tetapi tidak dilakukan dalam kehidupan kita. Tulisan ini kiranya dapat membuat perubahan dalam kehidupan pembaca, saat pembaca memahami dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati. 

Kita perlu terus dekat dan percaya kepada Tuhan Yesus di saat segala sesuatu yang kita hadapi itu tidak dapat kita selesaikan, bahkan ketika kita mengalami sebuah situasi dimana kita tidak dapat bergerak sama sekali.

Never Give Up On Any Struggle.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *