DIBUANG ORANG, NAMUN DIANGKAT TUHAN

📖 Kejadian 50:20
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

Suatu hari seorang pemudi bertanya, mengapa orang yang melakukan kejahatan, seolah Tuhan mengizinkan hidupnya tenang dan bahagia, sementara orang yang dilukainya seolah harus menanggung penderitaan. Hal ini diungkapkan, karena akhirnya ia harus memilih keluar dari tempat ia bekerja karena tindakan dari oknum rekan kerjanya tersebut. Ketidak-adilan seringkali terjadi di berbagai tempat, termasuk dunia kerja, apa yang harus menjadi respon kita?

Yusuf adalah pemuda yang sangat dikasihi oleh orang tuanya, khususnya ayahnya, yakni Yakub. Ia memiliki banyak saudara, namun mereka membenci, tidak mau menyapa dengan ramah, bahkan iri hati terhadapnya. Suatu waktu Yusuf pergi ke padang untuk memperhatikan saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan kambing dan domba di sana. Tanpa diharapkan, mereka merencanakan untuk membunuh Yusuf, namun beberapa saudaranya mencegah mereka. Akhirnya Yusuf dibuang ke sebuah sumur, dan tidak lama kemudian ia dijual ke seorang pengawal raja di Mesir bernama Potifar.

Di rumah ini pun ia mengalami ketidak-adilan, ia digoda oleh isteri tuannya, difitnah, bahkan diajak untuk melakukan dosa, namun ia menolak dan tidak melakukan kejahatan apapun terhadap tuannya tersebut. Resiko yang harus diterima, akhirnya ia dipenjara. Di dalam penjara, ia menolong juru minum dan juru roti dalam menafsirkan mimpi, namun ia pun tidak diingat bahkan dilupakannya. Inilah perjalanan Yusuf, sangat tidak mudah, seolah ia berada di titik rendah dalam hidupnya.

Tuhan belum selesai dengan hidupnya. Raja Mesir bermimpi, dan tidak seorangpun berhasil menafsirkan mimpinya, namun atas rekomendasi juru minuman raja, ia memanggil Yusuf dari penjara untuk menghadap Raja. Dan betul, Yusuf berhasil dengan karunia yang Tuhan berikan, menafsirkan seluruh mimpi Firaun tersebut. Inilah titik balik kehidupan Yusuf, ia diangkat sebagai penguasa di Mesir pada waktu itu.

Dua Pelajaran penting dari kisah ini, pertama setia dalam proses Tuhan. Proses Tuhan memang tidak mudah, apalagi ketika dilukai oleh orang terdekat kita, saudara, teman, atau pun rekan kerja kita. Rasanya ingin membalas, namun Yusuf tidak melakukan hal tersebut. Kedua, yakinlah bahwa dalam setiap proses ada perlindungan Tuhan. Yusuf mengalami berbagai perlindungan dan penyertaan Tuhan. Itulah yang membuat ia bisa bertahan dalam berbagai perjalanan yang ada. 

Di akhir kisah Yusuf, ia dipertemukan kembali dengan saudara-saudara yang telah menjual dan membuangnya. Dengan linangan air mata, Yusuf tidak membalas dengan kejahatan, tetapi ia memutuskan untuk mengampuni mereka, dan pemulihan pun terjadi bagi keluarga mereka.

Quotes : ‘’Luka Kita Hari Ini, Dapat Menjadi Alat Keselamatan Banyak Orang Untuk Esok Hari.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *