KETIKA KITA MERAGUKAN ALLAH

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
(Yohanes 20:25)

Pernahkah anda merasa ragu dengan kasih dan kebaikan Tuhan? Mungkin kita pernah bertanya-tanya “Jika Allah itu baik, mengapa saya hidup menderita?” atau “Jika Tuhan itu berkuasa, mengapa doa saya belum dijawab-jawab?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini menjadi jauh lebih rumit dan sensitif bagi orang-orang yang saat ini sedang mengalami penderitaan atau kedukaan yang nyata, seperti yang dialami oleh korban tragedi tabrakan kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur pada tanggal 27 April 2026 malam. “Tidak sanggupkah Tuhan menghindarkan musibah yang merenggut belasan korban jiwa tersebut?”

Jika saat ini anda sedang meragukan eksistensi Allah yang baik dan penuh kasih, anda tidak sendiri. Salah satu murid Tuhan Yesus, yaitu Tomas pernah ada di momen tersebut. Mengapa Tomas meragukan Tuhan? Karena ia melihat sendiri Tuhannya mati dengan cara yang sangat mengenaskan, dan pastinya hal tersebut membuat harapannya hancur seketika itu juga. Tomas yang kecewa meninggalkan komunitas murid-murid saat Tuhan Yesus menampakkan diri setelah kebangkitanNya (Yohanes 20:24) dan ketika murid-murid itu berkata, “Kami melihat Tuhan sudah bangkit!”. Tomas dengan skeptis menjawab seperti ayat di awal bacaan ini.

Kita tahu bahwa Tomas bukanlah seorang yang tidak beriman atau mempunyai motivasi buruk dalam mengikut Tuhan Yesus. Keraguannya lebih bermuara pada hati yang sedang terluka dan membutuhkan kepastian. Apakah anda juga saat ini berada dalam situasi yang sama?

Menarik bahwa ketika kita membaca lanjutan kisah Tomas – Tuhan Yesus yang datang kembali menemui murid-muridNya – Dia tidak mencela atau memarahi ketidakpercayaan Tomas. Tuhan Yesus malah mendekati Tomas dan mengundang Tomas untuk menyentuh lukaNya. Di momen itulah, keraguan Tomas berubah menjadi sebuah pengakuan: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Ternyata… Tuhan tidak menolak atau mengabaikan kita pada saat iman kita sedang dilanda keraguan. Dia justru hadir lebih dekat bahkan memeluk kita dengan kasihNya. Jadi, jika saat ini anda sedang bergumul dengan keraguan, jangan menjauh dari Tuhan. Datanglah kepada Tuhan, ungkapkan isi hatimu dengan jujur dan bukalah hati untuk mengalami kasihNya. Mungkin jawabanNya tidak instan, tetapi percayalah perjumpaan dengan Tuhan akan memulihkan kembali keyakinan kita kepada Tuhan. Dan ketika hal itu terjadi, iman kita akan bertumbuh bukan karena tidak adanya masalah, tetapi karena kita semakin mengenal Dia. Soli Deo Gloria.

Ketika keraguan melanda hati kita, kejarlah terus perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang akan meyakinkan kita kembali tentang kehadiranNya dalam situasi apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *