Yohanes 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Bayangkanlah jika ada seorang ayah yang memiliki satu-satunya anak yang sangat dikasihinya – yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran – kemudian suatu hari terjadi kebakaran besar dan banyak orang terjebak di dalamnya. Dan untuk menyelamatkan mereka, tidak ada jalan lain kecuali sang ayah membiarkan anaknya menembus kobaran api itu, dengan resiko kehilangan nyawa anaknya sendiri. Cerita ini merupakan gambaran dari kasih Allah Bapa kepada manusia yang berdosa yang memberikan putra-Nya Yesus Kristus untuk datang ke dalam dunia demi menyelamatkan manusia yang berdosa.
Meskipun manusia telah melakukan dosa dan tidak taat kepada Allah, tetapi Allah tetap mengasihi manusia. Allah berinisiatif untuk menyatakan kasihNya kepada manusia dengan cara mengutus anak-Nya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus. Kasih Allah ini bukanlah kasih yang mudah dilakukan tetapi membutuhkan pengobanan yang tidak terkira besarnya. Allah Bapa mengutus anak-Nya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus untuk datang ke dalam dunia dengan tujuan mengorbankan Tuhan Yesus mati di atas kayu salib untuk keselamatan manusia.
Oleh karena itu, momen Natal ini tidak hanya berhenti pada rasa syukur atas kelahiran Tuhan Yesus saja, tetapi Allah meminta respon kita untuk sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus. Agar hidup kita mengalami pemulihan, kedamaian dan pengharapan akan hidup yang kekal.
Mari bapak, ibu, saudara kita tidak hanya merayakan Natal dengan sukacita, tetapi merenungkan kembali “Sudahkah kita benar-benar menerima dan meresponi kasih Allah yang besar dengan menerima Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat kita?”
“Natal Mengingatkan Kita: Bukan Karena Kita Layak Dikasihi,
Tetapi Karena Allah Mengasihi Tanpa Batas.”