I Korintus 10:24
“Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”
Bacaan: Yunus fasal 4
Pernahkah saudara merasa lelah, capek menghadapi kenyataan hidup yang berjalan tidak sesuai dengan harapan? Banyak hambatan yang harus dilalui dan makin lama makin berat. Rasa ingin berhenti. Tahukah saudara, bahwa sudut pandang kita sedang berada pada diri kita, it’s all about ME? Kita semua memiliki kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri, yang bisa terwujud dalam berbagai perilaku.
Alkitab menunjukkan banyak contoh tentang sikap mementingkan diri sendiri (Egoisme). Di satu sisi, Yunus marah karena seekor ulat telah menggerek pohon jarak yang disayanginya, yang telah menaunginya dari terik matahari. Di sisi lain, ia melarikan diri ke Tarsis, yang berarti ia tidak mempedulikan begitu banyak laki-laki, perempuan, dan anak-anak di Niniwe yang akan dilenyapkan. Dalam Markus 10:37, tertulis tentang dua rasul yang dengan egois meminta kedudukan dalam Kerajaan Kristus yang akan datang. Dalam surat Rasul Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus, kita juga melihat banyak contoh perilaku yang mementingkan diri sendiri.
Allah meminta agar kita jangan memiliki sifat Egoisme, melainkan kebalikannya, milikilah sifat Altruisme, bisa meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Mari kita mengganti sudut pandang kita, dengan sudut pandang Allah dalam melihat suatu keadaan. Apa yang dilihat oleh-Nya? Kasih Pencipta bagi ciptaan-Nya sekalipun mereka telah hidup dalam dosa dan pemberontakan terhadap hukum-hukum-Nya, kasih itu jauh melampaui kasih manusia. Kasih Allah bagi umat manusia menjangkau lebih jauh daripada umat-Nya sendiri sampai kepada orang terhilang di mana saja. Ampunilah kami, ya Tuhan, dan tolonglah kami untuk melakukan permintaan-Mu.
Berusahalah Melakukan Apa yang Baik untuk Orang Lain, dan Bukan Hanya untuk Diri Sendiri.