“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ”Damai sejahtera bagi kamu!”
Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: ”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Yohanes 20:19-21
Petak umpet, permainan masa kecil menyenangkan sekali untuk dimainkan! Bersembunyi seakan-akan menghilang, dimana kemudian satu mencari satu atau lebih teman yg bersembunyi. Posisi kesukaan saya ketika bermain petak umpet adalah di atas pohon, karena seakan saya tidak ada padahal saya mengamati dan tertawa dari atas melihat yang mencari dengan kebingungan tapi terus berusaha mencari hingga ketemu.
Seringkali kita merasa dipermainkan, ketika mencoba mencari tapi tidak menemukan bukan? Pertolongan, harapan baru, kesembuhan, hal-hal lain yg didoakan terasa jauh dan tak kunjung datang, akhirnya rasa takut dan khawatir itu muncul, ditambah adanya tekanan dari berbagai sisi kehidupan yang duh, bikin cape dan frustasi banget rasanya…
Perasaan yang sama dirasakan murid-murid ketika Yesus mati di atas kayu salib dan terangkat ke surga. Takut dengan ke depannya gimanaa nih!? Lalu Yesus kembali hadir sebagai pribadi baru yang memberikan damai sejahtera bahkan sampai dikatakan dua kali seputar damai sejahtera ini, seakan mengisyaratkan ‘tenang saja Aku sudah ada di sini.’
Dia sebenarnya tidak meninggalkan, mungkin sama seperti ketika permainan petak umpet dan sedang ada di atas pohon mengamati kita yg sedang bingung mencari jawaban, namun sebenarnya Dia selalu hadir dan menunggu waktu yg tepat untuk menolong. Kenapa harus tunggu dulu? kenapa tidak langsung menolong? Karena pada akhirnya kedewasaan rohani kita juga penting di mata-Nya, menjadi pribadi yang tetap teguh dan percaya kepadaNya, apapun yang terjadi bahwa Dia selalu hadir dan waktu-Nya yg terbaik.
Terakhir, Dia katakan juga “sama seperti Bapa mengutus Aku, maka Aku sekarang mengutus kamu.” Tuhan ingin kita membagikan pengharapan dan damai sejahtera ini bukan hanya kepada kita saja, tapi kepada semua orang juga yang mungkin sedang membutuhkan jawaban dari pertanyaan yg mungkin ditanyakan setiap hari hingga bingung harus bagaimana? Tuhan hadir dan kita bisa jadi delegasi untuk menyatakan Tuhan hadir dan tidak pernah jauh, serta pertolongan dan jawaban-Nya tepat waktu melalui kesaksian hidup yang kita alami. Bayangkan, semakin banyak jiwa yang dapat harapan baru ini, semakin juga nama Tuhan dipermuliakan, dan bagaimana kita akhirnya disadarkan bahwa wahhh.. ternyata hidup kita bisa bermanfaat dan menjadi berkat juga, disitulah kita semakin bertumbuh dan terus bergerak melayani Tuhan dan sesama di sepanjang hidup kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
Tuhan Tidak Pernah Jauh, Dia Hanya Menunggu Kamu di Kondisi Hati dan Waktu yang Tepat
untuk Bertemu dan Merasakan Kasih dan Anugrah-Nya Secara Penuh.