PENDERITAAN AWAL KEMULIAAN TUHAN

Realita yang saat ini terjadi merupakan sebuah realita gambar kehidupan yang semakin menuju pada sebuah penurunan kualitas hidup, bukan hanya materi tapi juga mentalitas. Mengapa hal ini terjadi? Karena situasi dunia “Geopolitik Elite Global” yang sekarang ini terjadi, merupakan kondisi yang penuh dengan kemurkaan, keegoisan untuk mencapai pencapaian diri sendiri. Hal ini terjadi di kalangan penguasa sebuah negara, para pebisnis, orang- orang yang punya pengaruh yang cukup besar, bahkan di kalangan pejabat yang punya posisi penting di segala sektor kehidupan.

Saat ini sulit ditemukan pejabat yang memiliki hati untuk kesejahteraan rakyat secara murni, bahkan banyak aturan-aturan yang dibuat bukan lagi menolong rakyat, tetapi justru memperdaya rakyat untuk melakukan aturan yang kadang semakin menjepit keadaan mereka. Nah, dari semua hal di atas, bagaimana kita dapat memiliki mental “Dijepit namun tidak terjepit?”

Dunia membutuhkan sebuah figur yang dapat membangun sebuah keyakinan iman yang kuat dalam Tuhan. Ada firman Tuhan yang saya akan coba gali yaitu dalam Roma 5:4-5: “dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

Dari ayat di atas saya menarik sebuah pelajaran :

  1. Lewat penderitaan yang dialami, banyak orang akan melahirkan sebuah kemuliaan Tuhan.
    Mengapa hal ini terjadi? Karena penderitaan yang kita alami akan memunculkan sebuah ketekunan untuk semakin bergantung kepada Tuhan. Saat kita tekun maka kita akan mengalami Tuhan.
  2. Ketekunan ini melahirkan tahan uji.
    Artinya, melahirkan sebuah mental yang mau terus berjalan dengan Tuhan dan Tuhan yang mengendalikan segala aspek penderitaan yang kita alami.
  3. Melahirkan sebuah pengharapan.
    Anak Tuhan akan memiliki sebuah keyakinan bahwa segala yang terjadi dalam kehidupannya, itu merupakan sebuah proses yang panjang dan harganya mahal. Anak-anak Tuhan akan menyadari bahwa dia tidak dapat berjalan sendiri menghadapi semua penderitaan tersebut.
  4. Kasih Karunia Tuhan lewat Roh Kudus sudah diberikan kepada anak-anak-Nya.
    Artinya, lewat penderitaan ini memunculkan kemuliaan Tuhan.
    Hidup akan semakin dewasa dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan.

Pembaca perlu duduk diam beberapa saat untuk memahami, bahwa hidup yang kita jalani tidak akan mudah dan tidak bisa terlepas dari ribuan masalah yang sedang dan akan kita alami. Tuhan kadang mengobarkan ‘api’ untuk ‘membakar’ kita, guna ‘melahirkan’ kemurnian iman. Jadi, hadapilah segala proses kehidupan dan jangan ada kata negatif, bahkan kata yang meragukan akan kuasa Tuhan.

Jadilah seorang Kristen “Dewasa,” bukan menjadi seorang Kristen “Pecundang” yang selalu mencari pembenaran dan keuntungan pribadi. Jadilah seorang Kristen yang memberkati dan menopang banyak orang, sehingga hidupmu adalah hidup yang berarti.

Yuk kita renungkan, bagaimana dengan kehidupan kita? Hidup yang seperti apa yang selama ini kita jalani? Segeralah berubah!

Saat peti kematian ada di hadapan kita, kita menyadari bahwa hidup kita sudah melakukan sebuah program kerja Allah dan kita menjadi seorang yang “FINISHING WELL” dan Tuhan mengatakan: Sabaslah, hai hamba-Ku yang setia!”

Quotes: “Jadilah Seorang anak Tuhan yang Punya Karakter Kristiani di saat Menjalani Proses Kehidupan untuk Lebih Dewasa dalam Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *